Jenis Geomembrane Selain HDPE

jenis geomembrane selain hdpe

Pendahuluan

Kebutuhan akan material-material geosintetik kian dibutuhkan. Terlebih pada proyek-proyek tambang. Kebutuhan material geosintetik jenis geomembrane pun menjadi pilihan yang tepat untuk menunjang kinerja pada proyek-proyek tambang. Namun, jenis geomembrane seperti apa yang dibutuhkan pada proyek-proyek tambang? Pada kesempatan ini, akan dibahas mengenai jenis geomembrane selain HDPE. Ada beberapa jenis material geomembrane selain HDPE yang dapat digunakan pada proyek tambang.

Geomembrane kerap digunakan pada proyek-proyek tambang dengan berbagai tujuan. Fungsi-fungsi geomembrane pada proyek tambang antara lain sebagai: Timbunan Hasil Tambang, Kolam Bendungan, Kolam Evaporasi.

Fungsi Geomembrane pada Proyek Tambang

Timbunan Hasil Tambang

Geomembrane biasa digunakan sebagai alas pada hasil tambang. Dengan digunakannya geomembrane, akan melindungi lingkungan disetarnya dari bahaya kontaminasi cairan kimia. Karena pada proses menggalian tambang sejatinya dibutuhan proses kimiawi untuk mempermudah proses penggalian dan juga pemrosesan hasil tambang.

Kolam Bendungan

Kolam bendungan berfungsi untung menampung dan membendung sisa-sisa residu dari proses penggalian. Dikarenakan jumlah sisa residu dipastikan lebih besar dari hasil tambang, diperlukan geomembrane sebagai lapisan dasar kolam bendungan. Geomembrane memiliki sifat yang kedap air dan kedap udara, sehingga sangat cocok jika digunakan sebagai lapisan dasar pada kolam bendungan. Lingkungan disekitar proses penggalian tetap aman dan terhindar dari kontaminasi secara langsung.

Kolam Evaporasi/Penguapan

Kolam evaporasi adalah kolam buatan dengan luas permukaan sangat luas yang dirancang untuk menguapkan air secara efisien melalui sinar matahari dan paparan suhu sekitar. Penguapan air dari air garam sangat lambat, dibutuhkan waktu kurang lebih satu tahun untuk menghasilkan 1m garam. Permukaan yang kedap air untuk menampung air garam sangat penting karena kebocoran akan memperpanjang masa eksploitasi, memakan biaya besar dan mengurangi kuantitas produksi tahunan. Oleh karena itu, geomembran adalah pilihan utama untuk menampung air garam di dalam kolam penguapan.

Geomembrane

HDPE Geomembrane

Jenis ini paling umum digunakan dan mudah ditemui karena memiliki berbagai fungsi. HDPE (Hidh-density Polyethylene). Geomembrane polietilen mewakili geomembran yang paling banyak digunakan di dunia. HDPE (High Density Polyethylene) dan LLDPE (Linear Low Density Polyethylene) mewakili lebih dari 80% dari seluruh  geomembran yang digunakan untuk berbagai aplikasi penahanan. Polietilen adalah plastik yang paling umum dan memiliki ketahanan kimia yang sangat baik, artinya tidak diserang oleh asam atau basa kuat. Karena alasan ini, ini adalah pilihan utama bagi sebagian besar desainer.

LLDPE Geomembrane

Geomembran LLDPE menjadi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun sedikit kurang tahan terhadap tekanan mekanis dan kimia dibandingkan lapisan HDPE dengan ketebalan yang sama, mereka tetap menawarkan bahan kimia dan yang baik ketahanan mekanis. Atribut utama LLDPE membuatnya semakin populer adalah fleksibilitasnya yang tinggi memungkinkan liner menutupi tonjolan apa pun dan ketidaksempurnaan medan yang ada jauh lebih baik dibandingkan dengan geomembran HDPE yang lebih kaku. Solmax memproduksi geomembran LLDPE standar yang memenuhi atau melampaui spesifikasi GRI-GM 17* yaitu diakui sebagai standar penahanan di seluruh dunia dengan geomembran LLDPE.

PVC Geomembrane

Geomembran Polivinil Klorida (PVC) mewakili sekitar 10% volume industri. Meskipun kurang tahan terhadap bahan kimia dibandingkan geomembran Polietilen, pelapis PVC masih menawarkan ketahanan kimia yang tinggi terhadap produk seperti garam.

Bagikan artikel ini